Minggu, 11 April 2010

Virus H1N1

Tahun 2009 lalu, dunia dihebohkan dengan adanya pandemi flu babi atau dengan nama biologisnya virus ini dinamakan H1N1.

Apa sih virus H1N1 itu?


H1N1 merupakan salah satu subtipe virus influenza A. Seperti halnya H5N1, H1N1 termasuk dalam family orthomyxoviridae. H1N1 lebih dikenal masyarakat awam sebagai swine influenza (flu babi), meskipun kenyataannya H1N1 juga dapat ditemukan pada ayam maupun manusia.

Struktur virus H1N1


Pada manusia, H1N1 umumnya mengakibatkan sakit menyerupai flu (influenza-like illness) dan flu musiman (seosonal influenza). Bahkan ada strain H1N1 yang bersifat endemik, termasuk penyebab pandemik pada tahun 1918 (flu Spanyol) yang telah menewaskan 50-100 juta orang di dunia.

Karakteristik H1N1 antara lain mudah bermutasi atau mengubah tingkat keganasan virus (meningkatkan atau melemahkan) dan akan mati saat terkena sabun, desinfektan, sinar matahari maupun panas (65oC selama 5 menit atau 80oC selama 1 menit).

Saat ini penularan H1N1 telah terjadi antar manusia, manusia yang sakit menularkan pada manusia yang sehat. Penularan ini bisa melalui udara pernapasan yang tercemar (terkontaminasi) maupun via mucus (lendir).


Babi dan Virus H1N1


Babi merupakan hewan yang memiliki 2 reseptor, yaitu 2,3-galactose linkage (reseptor pada unggas) dan 2,6-galactose linkage (reseptor pada manusia). Adanya 2 reseptor ini menjadikan babi sebagai “mixing vessel” atau tempat pencampuran strain atau serotipe virus influenza sehingga menghasilkan strain atau serotipe baru.

Influenza pada babi biasanya disebabkan oleh H1N1, H1N2, H3N1, H3N2 dan H2N3. Namun serotipe yang sering menyebabkan flu pada babi adalah H1N1, H3N2 dan H1N2. Hanya saja karena babi bisa berperan sebagai “mixing vessel” maka dalam tubuh babi dapat tercampur berbagai serotipe virus influenza dari unggas, manusia maupun babi sendiri.


Saat Manusia Terinfeksi H1N1


Gejala klinis manusia yang terinfeksi H1N1 yaitu bersin, batuk, radang tenggorokan, demam hingga mencapai 37,7oC, muntah dan mual. Selain itu juga menyebabkan kelelahan akibat dihasilkannya cytokines dan chemokines (interferon) dalam jumlah berlebihan oleh sel yang terinfeksi virus influenza.

Kerusakan organ pernapasan akibat infeksi H1N1 dan H5N1


H1N1 akan lebih mudah ditularkan karena virus terdapat di saluran pernapasan atas, sedangkan serangan H5N1 mengakibatkan kerusakan di paru-paru yang lebih parah namun relatif sulit ditularkan.


Pencegahan dan Penanganan


Anak-anak, orang tua, orang yang menderita asma, diabetes dan jantung memiliki resiko tinggi terinfeksi virus influenza (H1N1). Langkah pencegahan penularan virus H1N1 yaitu :

  • Meminimalkan kontak dengan orang yang telah terinfeksi. Ini bisa juga dilakukan dengan mengisolasi orang yang telah terinfeksi. Selain itu, minimalkan berpergian ke daerah atau negara dengan kasus infeksi yang tinggi

  • Memakai masker (tipe N-95). Masker ini hendaknya dicuci secara periodik, misalnya setiap sehari sekali

  • Menerapkan pola hidup sehat : mencuci tangan dengan sabun atau gel antiseptik sebelum makan dan setelah keluar rumah

  • Menjaga kebersihan tempat tinggal kita dengan melakukan pembersihan secara teratur. Jika diperlukan dapat dilakukan penyemprotan dengan Medisep

  • Menjaga stamina tubuh tetap fit : makan makanan bergizi dan teratur, olah raga dan mengkonsumsi vitamin jika perlu

  • Vaksinasi juga menjadi salah satu upaya mencegah penyakit ini dan hal ini pernah dilakukan pada masa sebelumnya.


H1N1 telah menjadi pandemik, sikap waspada dan menjaga pola hidup sehat merupakan langkah tepat pencegahan kasus ini.


Sumber : http://info.medion.co.id/index.php/component/content/article/8-penyakit/134-h1n1-yang-sedang-mengguncang-dunia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar